Satu fenomena yang sangat menarik pada pertengahan dan akhir abad ke-20 ini ialah bertumbuh dan berkembangnya peranan manajemen profesional di hampir segala sektor kehidupan. Peranan manajemen profesional ternyata tidak hanya di bidang bisnis tetapi juga di bidang organisasi sosial, partai dan bahkan disebut-sebut di bidang pemerintahan. Peranan ini diikuti pula oleh perkembangan ilmu manajemen yang sangat pesat mengalahkan cabang atau disiplin lain. Demikian juga jumlah buku manajemen yang terbit terbilang ratusan judul setiap tahunnya. Peter Drucker dengan gagah menyebut bahwa "manajemen adalah alternatif terhadap tirani".
Seterusnya dia menyebut: "... pandangan tradisional dari ahli ekonomi yang memandang pembangunan sebagai sekadar fungsi dari penabungan dan investasi modal tidaklah memadai. Penabungan dan investasi modal tidak menghasilkan manajemen yang bertanguung jawab dan petumbuhan ekonomi". Sebaliknya, menurut P. Drucker, "manajemen menghasilkan pertumbuhan sosial dan ekonomi dan bersamaan dengan itu juga penabungan dan investasi modal... Negara berkembang bukanlah kurang berkembang melainkan kurang manajemen." (Peter F. Drucker, ibid., hlm 12-13).
Pada saat ini di mana-mana orang mencari tenaga kerja manajer profesional. DI beberapa perusahaan besar tertentu berkumpul para manajer yang kemampuannya dapat mengelola bisnis besar dan modern yang jumlah omsetnya per tahun melebihi jumlah Anggaran Belanja dan Pembangunan Indonesia. Banyak menteri negara modern direkrut dari manajer profesional. Fakta kongret, berkat peran manajemen profesional telah berhasil mengubah citra banyak perusahaan dari sistem kapitalis kolot menjadi perusahaan modern dan menjalankan tanggung jawab sosial secara berencana dan konsekuen. Bahkan ada pemeo mengatakan bahwa sebenarnya manajemen telah berubah menjadi kelas tersendiri dan menjadi "bintang-bintang" yang menentukan jalannya sejarah peradapan, terutama dilihat dari kacamata ekonomi dan teknologi. Tanpa mereka, oemilik dan pemilik saham tidak dapat berbuat apa-apa. Pihak penguasa dalam mengambil keputusan sering harus lebih dahulu merundingkannya dengan wakil manajemen dari perusahaan raksasaa. Fenomena baru bahwa banyak otak-otak terpilih dan cerdas memilih kariernya di manajemen perusahaan dan tidak di politik atau pemerintahan.
Berdasarkan fenomena diatas, kita dapat menyebut bahwa di manajemen perusahaan berkumpul orang-orang mampu, kreatif, dan potensial. Berkat pendidikan yang baik serta pengembangan staf perusahaan yang berencana dan terus menerus, telah berhasil membentuk manajer manjadi orang yang berpikir ke depan, kritis dan juga melaksanakan manajemen partisipasif. Mereka pada dasarnya tidak melulu memihak pemilik, tetapi juga mengakui dan melaksanakan hak buruh secara profesional dan sesuai peraturan perusahaan yang disepakati.
sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar